Gugatan Elon Musk ke Microsoft dan OpenAI Bernilai Ribuan Triliun Rupiah
Konglomerat teknologi Elon Musk resmi mengajukan
gugatan ganti rugi terhadap OpenAI dan Microsoft dengan nilai
fantastis. Besaran kompensasi yang diminta berkisar antara 79 miliar dolar
AS hingga 134 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp 1.338
triliun hingga Rp 2.270 triliun.
Gugatan tersebut dilayangkan setelah Musk menuding OpenAI
telah menyesatkan dirinya dengan meninggalkan prinsip organisasi nirlaba
dan menjalin kemitraan strategis dengan Microsoft. Musk menilai perubahan arah
tersebut bertentangan dengan kesepakatan awal saat OpenAI didirikan.
Elon Musk diketahui merupakan salah satu pendana awal
OpenAI sejak 2015, ketika perusahaan kecerdasan buatan itu masih berstatus
non-profit. Bahkan, ia sempat menjabat sebagai co-chair dewan OpenAI,
meski kemudian mundur beberapa tahun setelahnya.
Pengajuan tuntutan ganti rugi ini dilakukan pada Jumat
(16/1/2026), sehari setelah hakim federal menolak permintaan OpenAI dan
Microsoft untuk menghindari sidang juri. Artinya, perkara ini berpotensi
diputuskan oleh warga sipil sesuai sistem peradilan Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumen gugatan, ekonom keuangan C. Paul
Wazzan selaku saksi ahli memperkirakan bahwa Musk berhak atas sebagian
valuasi OpenAI saat ini yang ditaksir mencapai 500 miliar dolar AS.
Perhitungan tersebut merujuk pada investasi awal Musk sebesar 38 juta dolar
AS yang ditanamkan pada 2015.
Kuasa hukum Musk, Steven Molo, menyatakan bahwa
keuntungan yang diperoleh OpenAI dan Microsoft dinilai tidak sah dan seharusnya
menjadi hak kliennya sebagai investor awal. Menurutnya, nilai keuntungan
tersebut jauh melampaui kontribusi modal awal Musk.
Bukan Gugatan Pertama
Ini bukan kali pertama Elon Musk membawa OpenAI ke ranah
hukum. Gugatan serupa juga pernah diajukan pada 2024, dengan sasaran
co-founder OpenAI, Sam Altman dan Greg Brockman, beserta entitas
afiliasinya.
Dalam gugatan tersebut, Musk menuding OpenAI telah melanggar
perjanjian awal untuk mengembangkan kecerdasan buatan demi kepentingan umat
manusia, bukan untuk tujuan komersial. Ia juga menyoroti fokus OpenAI
terhadap pengembangan Artificial General Intelligence (AGI) yang dinilai
semakin berorientasi bisnis setelah bermitra dengan Microsoft.
Musk mengklaim dirinya menyumbangkan lebih dari 44 juta
dolar AS kepada OpenAI antara 2016 hingga September 2020. Meski sempat
ditawari saham, Musk menolak kepemilikan tersebut karena alasan prinsip dan
resmi mundur dari OpenAI pada 2018.
Menanggapi gugatan berulang ini, OpenAI menyebut klaim Musk
tidak berdasar dan merupakan bagian dari pola tekanan hukum. Sementara itu, Microsoft
belum memberikan pernyataan resmi terkait gugatan terbaru tersebut.
OpenAI Berubah Menjadi Perusahaan Berorientasi Laba
Pada Oktober 2025, OpenAI menjalankan restrukturisasi
besar dengan mengubah statusnya dari organisasi nirlaba menjadi perusahaan
berorientasi profit. Dalam proses tersebut, OpenAI membentuk entitas baru
bernama OpenAI Group PBC, sementara organisasi lamanya berganti nama
menjadi OpenAI Foundation.
OpenAI Foundation kini memegang 26 persen saham
OpenAI Group PBC, dengan nilai setara sekitar 130 miliar dolar AS.
Sementara 47 persen saham dimiliki karyawan dan investor, dan Microsoft
menguasai 27 persen saham sebagai investor utama.
Sejak meluncurkan ChatGPT Plus pada Februari 2023,
OpenAI terus memperluas model bisnis berlangganannya. Kini tersedia berbagai
paket, mulai dari ChatGPT Go hingga ChatGPT Pro, yang turut mendorong lonjakan
pendapatan perusahaan.
Chief Financial Officer OpenAI, Sarah Friar,
mengungkapkan bahwa pendapatan tahunan berulang (ARR) OpenAI pada 2025
menembus 20 miliar dolar AS, melonjak tajam dibandingkan tahun-tahun
sebelumnya. Selain langganan dan API, OpenAI juga bersiap membuka sumber
pendapatan baru melalui bisnis iklan, khususnya untuk pengguna gratis.
Friar menegaskan bahwa ke depan OpenAI akan mengembangkan
model pendapatan baru, termasuk lisensi, skema berbasis kekayaan intelektual,
serta kerja sama berbasis hasil, seiring meluasnya pemanfaatan AI di berbagai
sektor strategis.

Comments
Post a Comment